Rabu, 19 Januari 2022

AKSI NYATA BUDAYA POSITIF

A. LATAR BELAKANG

Budaya positif adalah nilai-nilai, keyakinan, dan kebiasaan di sekolah yang berpihak pada murid. Hal ini agar murid dapat berkembang menjadi pribadi yang kritis, penuh hormat, dan bertanggung jawab. Dalam membangun budaya yang positif, sekolah perlu menyediakan lingkungan yang aman, dan nyaman agar murid-murid mampu berpikir, bertindak, dan mencipta dengan merdeka, mandiri, dan bertanggung jawab.

Budaya positif dapat dimulai dari hal kecil seperti kebiasaan memberi salam, menyapa, membuang sampah, dan lain sebagainya. Walaupun terlihat kecil budaya-budaya tersebut dapat memberi dampak yang sangat besar baik terhadap diri pribadi maupun lingkungan. Pembiasaan-pembiasaan ini bertujuan untuk mewujudkan Profil Pelajar Pancasila. Budaya ini tidak terbentuk dengan sendirinya, melainkan harus melalui proses yang berkaitan satu dengan yang lain.

Rabu, 29 Desember 2021

Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (E Samsat)

Assalamualaikum wr wb.

Selamat pagi semuanya salam dan bahagia. Kali ini saya akan berbagi pengalaman saya melakukan pembayaran Kendaraan Motor via E-Samsat. Pada waktu melakukan pembayaran E-Samsat saya mengunakan aplikasi Tokopedia. Karena di tokopedia ada layanan fitur pembaran E-Samsat.

Rabu, 22 Desember 2021

Lima posisi kontrol (Materi PGP)

Posisi kontrol yang diterapkan seorang guru, orang tua ataupun atasan dalam melakukan kontrol. Kelima posisi kontrol tersebut adalah Penghukum, Pembuat Orang Merasa Bersalah, Teman, Monitor (Pemantau) dan Manajer. Mari kita tinjau lebih dalam kelima posisi kontrol ini:

Rabu, 15 Desember 2021

Pemenuhan Kebutuhan Dasar (Materi PGP Budaya Positif)

Semua orang senantiasa berusaha untuk memenuhi kebutuhannya dengan berbagai cara. Bila mereka tidak bisa mendapatkan kebutuhannya dengan cara yang positif, mereka akan mencoba mendapatkannya dengan cara yang negatif. Seorang murid yang tidak begitu berhasil secara akademik mungkin kebutuhannya akan kekuasaan tidak terpenuhi di sekolah. Oleh karena itu, mungkin dia akan mencoba untuk memenuhi kebutuhan kekuasaannya, dengan mencoba mengatur orang lain di lapangan bermain, atau bahkan menyakiti mereka secara fisik. Sebagai guru, kita dapat melibatkannya dalam kegiatan yang memberi peluang murid tersebut membuat pencapaian yang berarti. Seorang yang tidak merasa diterima oleh teman-temannya, kebutuhannya akan cinta dan kasih sayang tidak terpenuhi, oleh karena itu dia mungkin akan memiliki satu teman dan memisahkan diri yang lain. Sebagai guru, kita bisa membangun hubungan yang bisa membangun kepercayaan dan keintiman dengan anak ini.

Keyakinan Kelas (Materi PGP Budaya Positif)

Setiap tindakan atau perilaku yang kita lakukan di dalam kelas dapat menentukan terciptanya sebuah lingkungan positif. Perilaku warga kelas tersebut menjadi sebuah kebiasaan, yang akhirnya membentuk sebuah budaya positif. Untuk terbentuknya budaya positif pertama-tama perlu diciptakan dan disepakati keyakinan-keyakinan atau prinsip-prinsip dasar bersama di antara para warga kelas. 

Mengapa keyakinan kelas, mengapa tidak peraturan kelas saja?

“Mengapa kita memiliki peraturan tentang penggunaan helm pada saat mengendarai kendaraan roda dua/motor?”
Kemungkinan jawabannya adalah untuk ‘keselamatan’.
“Mengapa kita memiliki peraturan tentang penggunaan masker dan mencuci tangan setiap saat?” 
Mungkin jawabannya adalah “untuk kesehatan dan/atau keselamatan”

PROPOSAL STUDY TOUR

PROPOSAL STUDY TOUR