Tampilkan postingan dengan label GURU PENGGERAK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label GURU PENGGERAK. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 Juli 2022

Aksi Nyata Pengelolaan Program yang Berdampak pada Murid

A. Latar belakang.

Perkembangan Pendidikan bergerak begitu cepat dan sangat dinamis, oleh karena itu mengikuti perkembangan zaman merupakan bagian dari dasar Pendidikan anak-anak didik kita.

Selasa, 24 Mei 2022

Aksi Nyata Pengambil keputusan sebagai pemimpin pembelajaran

A. PERISTIWA YANG TERJADI DALAM KEGAIATAN AKSI.
    Guru adalah orang yang pekerjaannya (mata pencahariannya, profesinya) mengajar, tetapi pada hakikatnya menjadi seorang guru tidaklah cukup dengan mengajarkan materi pelajaran saja.

Kamis, 12 Mei 2022

Koneksi Antarmateri - Pengambilan Keputusan Sebagai Pemimpin Pembelajaran

Assalamualikum wr wb.

salam dan bahagia untuk semuanya,....
Dalam Kegiatan koneksi antar materi-Pengambilan Keputusan Sebagai Pemimpin Pembelajaran ini CGP diharapkan membuat kesimpulan (sintesis) dari keseluruhan materi yang didapat, dengan beraneka cara dan media.

Senin, 25 April 2022

Demonstrasi Kontektual Modul 3.1 (Jurnal Monolog)


Jurnal Monolog 
Demonstrasi Kontektual Modul 3.1
Pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran
Oleh : Akhmad Mujib

    Banyak hal dan ilmu baru yang saya rasakan dalam perjalanan pendidikan guru penggerak ini, salah satunya adalah di modul 3. Ketika saya mempelajari modul 3.1 tentang pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran.

Jumat, 15 April 2022

Konsep Pengambilan dan Pengujian Keputusan

Ada 9 langkah yang dapat dilakukan untuk memandu kita dalam mengambil keputusan dan menguji keputusan yang akan diambil dalam situasi dilema etika ataupun bujukan moral yang membingungkan. 9 langkah tersebut antara lain :

Selasa, 12 April 2022

Empat Paradigma Dilema Etika

Dari pengalaman kita bekerja kita pada institusi pendidikan, kita telah mengetahui bahwa dilema etika adalah hal berat yang harus dihadapi dari waktu ke waktu. Ketika kita menghadapi situasi dilema etika, akan ada nilai-nilai kebajikan mendasari yang bertentangan seperti cinta dan kasih sayang, kebenaran, keadilan, kebebasan, persatuan, toleransi, tanggung jawab dan penghargaan akan hidup.

Aksi Nyata Pembelajaran Berdiferensiasi dan Pendidikan Sosial Emosional

A. LATAR BELAKANG

“Pendidikan Budi Pekerti berarti pembelajaran tentang batin dan lahir. Pembelajaran batin bersumber pada “Tri Sakti”, yaitu: cipta (pikiran), rasa, dan karsa (kemauan), sedangkan pembelajaran lahir yang akan menghasilkan tenaga/perbuatan. Pembelajaran budi pekerti adalah pembelajaran jiwa manusia secara holistik. Hasil dari pembelajaran budi pekerti adalah bersatunya budi (gerak pikiran, perasaan, kemauan) sehingga menimbulkan tenaga (pekerti).

Jumat, 18 Maret 2022

Rabu, 16 Maret 2022

Koneksi Antar Materi - Pembelajaran Sosial dan Emosional

Pembelajaran Sosial dan Emosional yang ditujukan untuk jenjang pendidikan usia dini hingga menengah sangat penting dalam kegiatan pembelajaran.

Senin, 14 Maret 2022

LOKAKARYA 3 GURU PENGGERAK

Assalamualaikum Wr Wb.

Kali ini saya akan membagikan pengalaman saya di kegiatan Program Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 4 yaitu kegiatan Lokakarya. Kegiatan Lokakarya 3 di adakan secara tatap muka  bertempat di Hotel & Resto Nirwana Nganjuk Jl. Gatot Subroto No.2, Kauman, Kec. Nganjuk, Kab. Nganjuk

JURNAL REFLEKSI MINGGU KE 13 PEMBELAJARAN SOSIAL EMOSIONAL

Pebelajaran di Ruang LMS minggu ini meliputi :

-. Ruang Kolaborasi - Pembelajaran Sosial dan Emosional

Dikegiatan ini kami Menguraikan bentuk penerapan pembelajaran 5 kompetensi sosial-emosional sesuai dengan  jenjang  pendidikan masing-masing yang di pandu Fasilitator. Saya berkolaborasi dengan kelompok kelas rendah (Kelompok 1 jenjang Paud Kelas 1-3) untuk menguraikan implementasi/penerapan pembelajaran 5 kompetensi sosial-emosional untuk murid sesuai dengan kelompok  jenjang  pendidikan masing-masing. Anggota kelompok saya yaitu ; Muji Utami, S.Pd. (Tk Al-Fatah Margopatut); Sumiati, S.Pd. (Tk Pertiwi Gemenggeng); Nazilatun Nuril H, S.Pd. (SDN 1 Banaranwetan); Bekti Purwo Widodo, S.Pd. (SDN Sugihwaras) dan saya Akhmad Mujib, S.Pd. (SDN 2 Buduran). Adapun tugas yang harus kami diskusikan :

Rabu, 02 Maret 2022

AKSI NYATA PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI

A. LATAR BELAKANG

Menurut Tomlinson (2001: 45), Pembelajaran Berdiferensiasi adalah usaha untuk menyesuaikan proses pembelajaran di kelas untuk memenuhi kebutuhan belajar individu setiap murid. Pembelajaran berdiferensiasi adalah serangkaian keputusan masuk akal (common sense) yang dibuat oleh guru yang berorientasi kepada kebutuhan murid. Keputusan-keputusan yang dibuat tersebut adalah yang terkait dengan: Kurikulum; Bagaimana guru menanggapi atau merespon kebutuhan belajar muridnya; lingkungan belajar yang “mengundang’ murid untuk belajar; Manajemen kelas yang efektif.; Penilaian berkelanjutan.

Sabtu, 19 Februari 2022

LOKAKARYA 2 GURU PENGGERAK

Lokakarya 2 dilaksanakan pada tanggal 13 Februari 2022 pukul 08.00 - selesai. bertempat di Hotel Nirwana Nganjuk, Jl. Gatot Subroto No.2, Ka.uman, Kec. Nganjuk, Kabupaten Nganjuk. Lokakarya 2 secara tatap muka dengan tujuan agar Calon Guru Penggerak mampu menjelaskan manfaat berbagi dari diskusi komunitas praktisi; mengidentifikasi manfaat komunitas praktisi bagi sekolah masing-masing; mengidentifikasi tantangan dan peluang membuat komunitas praktisi; menjelaskan peranan guru penggerak dalam membuat komunitas praktisi; menganalisa diri dalam menjalankan perannya sebagai guru penggerak untuk membuat komunitas praktisi; dan menjelaskan tahapan menggerakkan komunitas praktisi.

Sabtu, 12 Februari 2022

JURNAL MINGGUAN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI

        Modul 1: Paradigma dan Visi Guru penggerak telah selesai dilaksanakn, kini PGP telah sampai di Modul 2 : Praktik Pembelajaran yang berpihak pada Murid. Tanggal 7 Pebruari 2022 Program Pendidikan Guru Penggerek di mulai lagi, Diminggu ini saya mengikuti beberapa materi dan kegiatan/aktifitas pembelajaran modul 2.1 Memenuhi kebutuhan belajar murid melalui pembelajaran berdiferensiasi  di Room LMS. Adapun kegiatan tersebut antara lain :

Rabu, 19 Januari 2022

AKSI NYATA BUDAYA POSITIF

A. LATAR BELAKANG

Budaya positif adalah nilai-nilai, keyakinan, dan kebiasaan di sekolah yang berpihak pada murid. Hal ini agar murid dapat berkembang menjadi pribadi yang kritis, penuh hormat, dan bertanggung jawab. Dalam membangun budaya yang positif, sekolah perlu menyediakan lingkungan yang aman, dan nyaman agar murid-murid mampu berpikir, bertindak, dan mencipta dengan merdeka, mandiri, dan bertanggung jawab.

Budaya positif dapat dimulai dari hal kecil seperti kebiasaan memberi salam, menyapa, membuang sampah, dan lain sebagainya. Walaupun terlihat kecil budaya-budaya tersebut dapat memberi dampak yang sangat besar baik terhadap diri pribadi maupun lingkungan. Pembiasaan-pembiasaan ini bertujuan untuk mewujudkan Profil Pelajar Pancasila. Budaya ini tidak terbentuk dengan sendirinya, melainkan harus melalui proses yang berkaitan satu dengan yang lain.

Rabu, 22 Desember 2021

Lima posisi kontrol (Materi PGP)

Posisi kontrol yang diterapkan seorang guru, orang tua ataupun atasan dalam melakukan kontrol. Kelima posisi kontrol tersebut adalah Penghukum, Pembuat Orang Merasa Bersalah, Teman, Monitor (Pemantau) dan Manajer. Mari kita tinjau lebih dalam kelima posisi kontrol ini:

Rabu, 15 Desember 2021

Pemenuhan Kebutuhan Dasar (Materi PGP Budaya Positif)

Semua orang senantiasa berusaha untuk memenuhi kebutuhannya dengan berbagai cara. Bila mereka tidak bisa mendapatkan kebutuhannya dengan cara yang positif, mereka akan mencoba mendapatkannya dengan cara yang negatif. Seorang murid yang tidak begitu berhasil secara akademik mungkin kebutuhannya akan kekuasaan tidak terpenuhi di sekolah. Oleh karena itu, mungkin dia akan mencoba untuk memenuhi kebutuhan kekuasaannya, dengan mencoba mengatur orang lain di lapangan bermain, atau bahkan menyakiti mereka secara fisik. Sebagai guru, kita dapat melibatkannya dalam kegiatan yang memberi peluang murid tersebut membuat pencapaian yang berarti. Seorang yang tidak merasa diterima oleh teman-temannya, kebutuhannya akan cinta dan kasih sayang tidak terpenuhi, oleh karena itu dia mungkin akan memiliki satu teman dan memisahkan diri yang lain. Sebagai guru, kita bisa membangun hubungan yang bisa membangun kepercayaan dan keintiman dengan anak ini.

Keyakinan Kelas (Materi PGP Budaya Positif)

Setiap tindakan atau perilaku yang kita lakukan di dalam kelas dapat menentukan terciptanya sebuah lingkungan positif. Perilaku warga kelas tersebut menjadi sebuah kebiasaan, yang akhirnya membentuk sebuah budaya positif. Untuk terbentuknya budaya positif pertama-tama perlu diciptakan dan disepakati keyakinan-keyakinan atau prinsip-prinsip dasar bersama di antara para warga kelas. 

Mengapa keyakinan kelas, mengapa tidak peraturan kelas saja?

“Mengapa kita memiliki peraturan tentang penggunaan helm pada saat mengendarai kendaraan roda dua/motor?”
Kemungkinan jawabannya adalah untuk ‘keselamatan’.
“Mengapa kita memiliki peraturan tentang penggunaan masker dan mencuci tangan setiap saat?” 
Mungkin jawabannya adalah “untuk kesehatan dan/atau keselamatan”

Konsep Disiplin Positif dan Motivasi (Materi PGP Budaya Positif)

Makna Kata Disiplin

Kebanyakan orang akan menghubungkan kata disiplin dengan tata tertib, teratur, dan kepatuhan pada peraturan. Kata “disiplin” juga sering dihubungkan dengan hukuman, padahal itu sungguh berbeda, karena belajar tentang disiplin positif tidak harus dengan memberi hukuman, justru itu adalah salah satu alternatif terakhir dan kalau perlu tidak digunakan sama sekali. Dalam budaya kita, makna kata ‘disiplin’ dimaknai menjadi sesuatu yang dilakukan seseorang pada orang lain untuk mendapatkan kepatuhan. Kita cenderung menghubungkan kata ‘disiplin’ dengan ketidaknyamanan.

Minggu, 12 Desember 2021

Perubahan Paradigma (Materi PGP Budaya Positif)

Assalamualaikum Wr Wb

Hari ini saya akan membagikan sebuah materi yang ada dalam PGP (Program Guru Penggerak) mengenai Perubahan paradigma Budaya Positif. Adapun tujuan dari materi ini antara lain :

  1. CGP dapat memahami miskonsepsi tentang kontrol dari paparan Teori Kontrol Dr. William Glasser.
  2. CGP dapat memahami dan menerapkan perubahan paradigma stimulus-respon menjadi teori kontrol.
  3. CGP dapat bersikap kritis, reflektif, dan terbuka dalam menganalisis perubahan paradigma stimulus respon kepada teori kontrol.
Untuk membangun budaya yang positif, sekolah perlu menyediakan lingkungan yang positif, aman, dan nyaman agar murid-murid mampu berpikir, bertindak, dan mencipta dengan merdeka, mandiri, dan bertanggung jawab. Salah satu strategi yang perlu ditinjau ulang adalah bentuk disiplin yang dijalankan selama ini di sekolah-sekolah kita. Pembahasan disiplin kali ini akan meninjau teori yang dikemukakan oleh Diane Gossen. Sebelum kita gali lebih lanjut tentang teori Disiplin Restitusi dari Diane Gossen, mari menyamakan model berpikir kita tentang disiplin itu sendiri. Lazimnya disiplin dikaitkan dengan kontrol. Dalam hal ini kontrol guru dalam menghadapi murid.Berikut paparan Dr. William Glasser dalam Control Theory, untuk meluruskan berapa miskonsepsi tentang kontrol:

PROPOSAL STUDY TOUR

PROPOSAL STUDY TOUR